Kamis, 15 Desember 2011

Aspek-aspek pengelolaan tanah pucuk pada reklamasi pertambangan

Pengupasan lapisan tanah pucuk 

Lapisan topsoil merupakan lapisan tanah penutup paling atas yang cukup lunak. Lapisan tanah pucuk(topsoil) digunakan sebagai lapisan tanah penutup yang paling atas saat kegiatan Reklamasi dan saat penutupan ulang lubang bekas galian batubara (Rachmat, 2007). Sebelum dilakukan pengupasan tanah penutup (overburden) terlebih dahulu dilakukan pengupasan tanah pucuk (top soil).  Tanah pucuk dikeruk dengan menggunakan excavator atau bulldozer dengan ketebalan 50 cm. Pengupasan tanah pucuk disesuaikan dengan ketebalannya agar tidak tercampur dengan material lainnya. Kemudian tanah pucuk dan tanah penutup tersebut selama kegiatan pengupasan tanah akan diletakkan pada suatu tempat timbunan yang terpisah serta tidak terganggu oleh kegiatan penggalian agar dapat digunakan kembali pada saat reklamasi. Pengupasan lapisan tanah penutup mempunyai tujuan untuk Memisahkan tanah penutup dengan tanah penutup bagian atas (Overburden) sebelum aktivitas penggalian tambang dimulai dan penutupan lahan tambang sebagai tanah cadangan (Rachmat, 2007).   

Penataan permukaan tanah pada reklamasi 

Pelaksanaan reklamasi dilakukan secara terencana, dimana pertama sekali yang dilaksanakan adalah penataan permukaan tanah yaitu berbentuk teras-teras bangku, penebaran tanah pucuk dan pembuatan saluran pembuangan air. Penataan permukaan tanah dilakukan dengan cara teras-teras bangku, dimana spesifikasinya adalah sebagai berikut :  

Pada suatu hamparan dari tumpukan waste dibuat teras dan dibangun atasnya berupa daerah dataran.  

Tinggi teras adalah sekitar 3 meter dengan lebar bidang olah sekitar 5 meter dan sudut kemiringan dari tampingan sebesar 30o.  

Pembuatan saluran pembuangan air pada kaki teras, dan pada selang 30 meter dibuat saluran pembuangan air kearah bagian bawah dari teras. Ukuran saluran ini adalah lebar atas 50 cm, lebar bawah 30 cm dan dalam 30 cm. Reklamasi tanah kiri-kanan jalan angkut dilakukan dengan membuat saluran drainase di kiri-kanan jalan. Pada tempat-tempat yang rawan longsor aluran drainase diperkuat dengan karung-karung berisi tanah atau beton. Untuk kondisi yang lebih parah dapat dilengkapi dengan pemasangan kawat bronjong.

Pengendalian erosi dengan perencanaan arah aliran air 

Pengaturan permukaan timbunan dimaksudkan sebagai upaya untuk mengendalikan erosi melalui penataan kemiringan lereng tanah timbunan. Melalui penataan permukaan lahan ini diharapkan tidak ada lereng yang terjal, sehingga pengendalian erosi dapat dilaksanakan dengan lebih baik.  Permukaan lahan timbunan diatur dalam bentuk teras-teras bangku dengan sudut kemiringan 30o, serta pada kakai teras dibuat saluran pembuangan air. Seluruh bidang datar dari waste dump area ini dilapisi dengan tanah pucuk setebal 20-30 cm. Arah aliran air direncanakan secara baik, sehingga air akan mengalir pada saluran pembuang. Keluaran dan saluran pembuang akan bermuara di sediment pond dan diharapkan sediment hasil erosi lahan yang terangkut  akan tertahan, sehingga air keluarannya lebih bersih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar